Thursday, February 22

Tag: Kritik

ANJING: HEWAN KONSUMSI ATAU HEWAN PELIHARAAN?
Kritik, Lingkungan Hidup, Narasi, Tulis

ANJING: HEWAN KONSUMSI ATAU HEWAN PELIHARAAN?

Oleh: Kornelius Marcellino Seng/Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya(image:voaindonesia.com) Pada pertengahan tahun 2022, terdapat perbincangan serius di antara warga Indonesia mengenai pengkonsumsian daging anjing. Ada warga yang pro juga ada yang kontra mengenai pengkonsumsian daging anjing ini. Secara singkat, ada warga yang menganggap bahwa anjing bukanlah hewan konsumsi, melainkan hewan peliharaan karena ia dapat dilatih untuk menjadi teman yang setia. Di lain pihak, ada warga yang bersikukuh beranggapan bahwa anjing itu tetaplah hewan pada umumnya yang tidak perlu diistimewakan. Bertolak dari perbincangan serius yang telah terjadi ini, penulis ingin melihat peristiwa ini secara filosofis dengan melihatnya dari beberapa pemikiran filsuf, sepert...
Manusia Silver dan Barbarisme Kapitalis
Ekonomi, Kontemporer, Kritik, Politik Sosial

Manusia Silver dan Barbarisme Kapitalis

Manusia silver menjadi fenomena yang sering kita jumpai hari-hari ini. Biasanya mereka bisadengan mudah ditemukan di jalanan atau pusat-pusat keramaian yang lain. Kehadiran merekabagi beberapa orang, menjadi hiburan sekaligus mengundang belas kasihan di tengah penatjalanan kota yang macet. Sayangnya cerita tentang manusia silver yang nampak unik, terkadang tidak secerah catwarna kulitnya. Banyak di antara mereka yang terpaksa menjadi manusia silver untukmenyambung hidup di masa pandemi Covid-19. Beberapa mungkin memiliki kisah yangkelam dan tak terungkap di media. “Gak ada yang mau beli dagangan saya, saya butuh makan. Ya, mau gimana lagi? Sayanyoba peruntungan jadi manusia silver. Orang tahunya saya males kerja, masih muda tapiminta-minta. Mereka nggak tau cerita hidup saya,” ujar ...
Apresiasi Cinta untuk Nikah Muda
Budaya, Kritik

Apresiasi Cinta untuk Nikah Muda

Soal cinta, kita tidak pernah bisa mendapatkan definisi secara pasti. Term cinta hanya bisa disesuaikan dengan konteksnya. Tidak ada cinta dengan definisi yang universal. Secara kimiawi cinta kita hanyalah bentuk dari kelebihan hormon sehingga menimbulkan rasa ketertarikan terhadap seseorang dan hasrat seksual. Mantis misalnya atau biasa kita sebut belalang sembah. Ketika mereka melakukan seks si betina akan memakan kepala si belalang jantan. Hal itu ditujukan agar belalang jantan semakin “kencang”. Hal ini secara ilmiah sudah dibuktikan (pada belalang) ada ganglion di kepala belalang yang apabila dicabut maka si belalang jantan akan berpenetrasi lebih kencang sehingga si betina dapat mendapatkan klimaksnya dengan maksimal. Tapi barangkali saat seks mereka tidak saling bertatapan ...