Monday, November 29

LIPUTAN KEGIATAN EXTENSION COURSE PERTEMUAN KE-2 “Kunci Hidup Bersama di Tengah Pandemi adalah Keterlibatan”

Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya telah mengadakan kegiatan diskusi bersama dalam forum Extension Course dengan judul “Eksis bersama ‘Yang Lain’ di Masa Pandemi dalam Pandangan Karol Wojtyla” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 23 November 2021, pukul 18.30-20.30 WIB, melalui Zoom Meeting. Pembicara pada diskusi ini adalah Aloysius Widyawan, Dosen Fakultas Filsafat UKWMS yang sedang menjalani studi doktoral di Pamplona, Spanyol. Moderator pada diskusi ini adalah Kristoforus Sri Ratulayn Kino Nara, M. Phil, Dosen Fakultas Filsafat UKWMS.

Dalam diskusi yang berlangsung selama sekitar dua jam itu, Romo Wid (nama panggilan Aloysius Widyawan) menyampaikan bahwa kehidupan manusia selalu berhubungan dengan yang lainnya, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial.  Hal ini sangat terasa dimasa pandemi, baik hidup di luar negeri maupun dalam negeri. Merujuk pada pandangan Carol Wojtyla, Romo Wid berpendapat bahwa untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, dibutuhkan pemahaman bagaimana manusia menampilkan diri dengan seluruh totalitasnya dalam hidup bersama. Tentang ini, tantangan utama pada masa kini adalah ketakutan dan kegelisahan akan hidup mati karena pandemi. Berhadapan dengan itu, Romo Wid menyampaikan bahwa setiap orang memang mengalami kegelisahan dan kehawatiran. Dalam situasi itu, tiap orang diajak untuk tidak menghindari atau menolak kehadiran orang lain, melainkan bekerjasama, terbuka dan menerima satu sama lain untuk saling menolong agar bisa mengatasi krisis bersama.

Apa dasar kebersamaan ini? Romo Wid menjelaskan bahwa Carol Wojtyla yang juga dikenal sebagai Paus Yohanes Paulus II menegaskan bahwa manusia itu persona yang bereksistensi tidak dalam kesendirian dan individualitasnya saja namun berada bersama yang lain yang juga persona. Dalam ke-persona-an itu, tiap orang diajak untuk hadir secara total juga bagi orang lain dan dalam totalitas itu, ia diajak bekerja dan bekerjasama demi mencapai hidup yang semakin bernilai. Di sinilah, di masa krisis ini, tiap orang diajak untuk berpartisipasi bertindak demi mengatasi krisis untuk mencapai kehidupan bersama yang lebih baik. Di sini, keterlibatan setiap orang dibutuhkan untuk menciptakan komunitas yang manusiawi.

BACA JUGA   Apresiasi Cinta untuk Nikah Muda

Penulis : Yohanes Yupiter Alexaner

Editor  : Untara Simon, M. Hum

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *