Saturday, April 13

Hukuman Mati, Adil?

Apa itu hukuman? Mengapa ada hukuman? Apa itu hukuman mati? Apa itu keadilan? Apakah keadilan sungguh ada? pertanyaan-pertanyaan inilah yang harus kita jawab terlebih dahulu sebelum kita mempertanyakan apakah hukuman mati itu suatu keadilan atau ketidakadilan.

Hukuman adalah suatu sanksi dengan ukuran yang sesuai yang diberikan kepada pelanggar. Hukuman ada untuk memberikan ganjaran kepada pelanggar. Hukuman juga dibuat dengan tujuan memberi ancaman yang serius kepada pelanggar agar mereka tidak dengan bebas melakukan pelanggaran, atau dapat kita sebut sebagai suatu tindak pencegahan. Ketika kita membahas hukuman mati, maka secara jelas kita dapat mengatakan bahwa itu adalah hukuman untuk orang yang telah mengambil nyawa orang lain.

Mari sekarang kita membahas tentang keadilan. Apa itu keadilan? Jelas ketika kita membahas tentang keadilan, kita tidak dapat lepas dari konteks. Keadilan harus didefinisikan setelah kasus telah terjadi. Kita tidak bisa mendefinisikan keadilan terlebih dahulu sebelum mengetahui kasus atau konteksnya. Ketika kita mendefinisikan keadilan terlebih dahulu, maka kita akan jatuh pada definisi. Keadilan tidak bisa didefinisikan oleh satu definisi saja.

Keadilan merupakan suatu hal yang sangat besar. Keadilan mempunyai banyak definisi. Apa definisi tentang keadilan? Maka kita harus melihat konteks atau situasinya terlebih dahulu karena keadilan mempunyai beragam definisi. Mana definisi yang benar? Semua definisi benar menurut konteksnya sendiri-sendiri. Satu definisi melengkapi definisi yang lain. Satu definisi mengisi kekurangan dari definisi yang satu.

Ketika kita membahas dari mana dapatnya angka 12 (dua belas). Maka kita dapat menjawabnya : “ohh.. 2 x 6, 3 x 4, 6 + 6, 9 + 3, 10 + 2, dst.” Mana jawaban yang benar. Tentulah semua jawaban tersebut benar. Semua penjumlahan dan perkalian tersebut menghasilkan angka 12 (dua belas). Maka, akan sama halnya dengan keadilan, keadilan mempunyai banyak definisi yang dapat menjelaskannya. Mana definisi yang benar? Semua memiliki kebenarannya sendiri-sendiri berdasarkan konteksnya.

Setelah membahas hal-hal tersebut, marilah kita mempertanyakan : apakah hukuman mati itu adil? Hukuman mati itu adil sejauhmana nyawa dibalas dengan nyawa. Bagaimana menjelaskannya? Mari kita lihat dalam konteks atau situasinya. Indonesia telah menerapkan hukuman mati kepada para pelanggar yang juga telah mengambil nyawa orang lain. Hal ini dapat dilihat dari Undang-Undang Dasar 1945 yang menunjukkan kepada siapakah hukuman mati ditujukan. Mari kita jadikan beberapa situasi atau konteks pelanggaran tersebut sebagai analisis.

Pihak berwenang menjatuhkan hukuman mati kepada para pengedar dan pemproduksi narkoba. Jelas itu adalah keadilan, karena hal ini jelas berhubungan dengan nyawa dibalas dengan nyawa. Ketika seorang pengedar menyebarkan narkoba, maka ia telah membunuh banyak orang dengan memberikan narkoba kepada konsumen. Semakin lama akan semakin banyak konsumen yang mati karena pengkonsumsian narkoba. Jika kita membunuh akarnya maka kita akan menyelamatkan banyak orang.

Siapakah akarnya? Jelas akarnya adalah pengedar narkoba, karena jika pengedar narkoba dijatuhi hukuman mati, maka para konsumen tidak akan dapat mengkonsumsi narkoba lagi karena pengedarnya telah tiada, kemanakah ia harus mendapatkan? Tidak ada.

Kasus kedua adalah koruptor. Hukuman mati akan diberikan kepada koruptor yang telah melakukan korupsi pada saat negara telah dilanda kemalangan, contohnya bencana alam yang besar ataupun mengalami terorisme. Jelas ini adalah adil. Ketika seorang mengkorupsi uang negara pada saat tertentu tersebut, maka dia secara tidak langsung telah membunuh orang lain. Mengapa? Ia telah mengambil uang yang seharusnya diberikan kepada korban bencana taupun korban terorisme, maka secara tidak langsung ia telah membunuh orang-orang tersebut. Orang yang demikian adil bila diberikan hukuman mati.

Maka dari berbagai hal yang telah diutarakan, penulis secara jelas mengatakan bahwa keadilan harus dilihat dulu melalui konteks atau situasi yang ada. Jika kita mendefinisikan keadilan lepas dari konteksnya, maka kita akan jatuh kepada definisi saja. Keadilan memiliki berbagai macam definisi. Segala definisi tentang keadilan adalah benar dalam konteks atau situasinya sendiri-sendiri.

Hukuman mati adalah adil dalam konteksnya. Apa konteksnya? Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Maka dapat kita rumuskan kesimpulan bahwa hukuman mati adalah adil sejauh nyawa diganti dengan nyawa. Apakah hal ini benar? Silahkan kalian refleksikan.

Ivan Putra Hoetomo. Mahasiswa Fakultas Filsafat UKWM Surabaya

Loading

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *