Thursday, February 22

Dunia Maya Sosial Serta Hoaks Pemakainya

Ditulis oleh Aaron Gadwin, Siswa SMA Pangudi Luhur Van Lith

Situasi sekarang di sekitar kita adalah situasi  dimana semua yang dilakukan ini serba maju, modern, dan mudah dalam segala halnya. Dahulu, fasilitas seperti jasa transportasi online yang bisa diunduh lewat, aplikasi online untuk memesan barang yang kita ingin beli, layanan transaksi online, dan yang lainnya tidak ada. Banyak kemudahan ini kita dapatkan karena kita sudah hidup dimana teknologi sudah berkembang dengan cukup pesat.  Banyak bidang kehidupan orang sekarang dapat dipenuhi dengan sangat mudah karena bisa dilakukan lewat sebuah perangkat kecil yang digenggam oleh tangan para penggunanya. Segala kemudahan ini dapat mendorong orang banyak untuk sekedar memilih dunia maya dalam perangkat digital mereka karena memang banyak hal yang menarik dan baru disana yang salah satunya adalah gaya hidup yang banyak dilakukan orang jaman sekarang ini, kita sebagai orang muda dalam masa pandemic ini juga terkadang terlalu mengikuti tren ini seperti mengonsumsi makanan yang manis yang tidak baik untuk tubuh serta jarang berolahraga yang dapat menambah kesehatan tubuh kita .

Media sosial adalah salah satu aplikasi yang diminati oleh masyarakat sekarang ini, dimana menurut survey di tahun 2019 yang dilakukan oleh kerjasama perusahaan  analisa hubungan sosial, We Are Social dan Hootsuite,  menunjukkan bahwa banyak orang di Indonesia sudah sangat sering menggunakan internet, dimana terdapat 150 juta orang pengguna internet aktif dari 268,2 juta orang di Indonesia. Orang – orang muda di usia 13 – 24 tahun paling  banyak melakukan kegiatan aktif di media sosial dengan presentase 48% disusul dengan orang dewasa Banyak dari kita dan orang – orang muda di sekitar kita berdasarkan survey yang sama, menghabiskan rata – rata 8  jam 36 menit untuk menggunakan internet menggunakan perangkat apapun, dan sekitar 3 jam 26 menit dihabiskan untuk menggunakan sosial media disusul dengan sekitar 3 jam untuk menonton, dan 1 jam setengah untuk mendengarkan music atau lagu. Ini menunjukkan bahwa banyak dari kita melakukan aktivitas kita di media sosial dan juga di internet, entah sekedar untuk mencari suatu hiburan atau melakukan kegiatan untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Media sosial dapat membantu kita untuk menjalin hubungan dengan orang sekitar serta juga dapat membantu kita mengenal dunia luar dari negara – negara lain yang ada di sekitar kita terutama dalam segala bidang kehidupan kita seperti budaya, gaya berpakaian, gaya hidup, makanan, dan juga hal – hal lain yang adalah sesuatu yang menarik bagi kita sebagai anak muda sekarang ini.

Sesuatu yang menarik dapat ditiru oleh seseorang dan orang lain akan mengikutinya sehingga dapat tercipat suatu tren yang diikuti kebanyakan orang dan akhirnya menjadi sesuatu yang diterapkan di kehidupan banyak orang. Hal ini adalah sesuatu yang wajar karena budaya yang kita orang muda ikuti adalah budaya dari negara – negara yang sudah cukup maju dari segala segi kehidupannya, mereka menetapkan suatu standar kehidupan lewat sebuah media yaitu media sosial. Media sosial adalah wadah kita sebagai orang muda untuk membentuk suatu citra pribadi sehingga orang lain dapat melihat kita dan mengatahui segala hal tentang kita. Salah satu jenisnya menurut Jef  (Jefkins, 2004: 20-23)  adalah citra yang berlaku, citra ini dibentuk dari segala hal yang ditunjukkan kepada orang – orang lain.

Pembentukkan citra pada diri kita dapat kita lakukan dengan banyak cara salah satunya adalah lewat foto yang ditampilkan di profil media sosial kita ataupun foto yang kita tunjukkan atau post ke akun media sosial milik kita. Banyak hal yang kita lakukan atau miliki dapat menjadi kebanggaan kita saat di unggah ke akun kita. Segala macam hal ini dapat membantu kita membangun citra yang baik di hadapan orang – orang disekitar kita, walaupun dengan cara yang tidak terlalu “bagus”. Pembangunan citra ini dapat dilakukan dengan cara yang unik ini seringkali mendapat pertentangan dari orang – orang yang konservatif. Perilaku konservatif ini  memiliki makna yang bisa dipertimbangkan karena mereka cukup mengkhawatirkan orang – orang yang mengikuti tren memakai atau menggunakan barang – barang yang sekarang ini sedang dalam tren tanpa mempertimbangkan kemapuan mereka masing – masing.  Orang – orang ini tetapi tetap  harus dapat menerima sebuah kenyataan bahwa di zaman modern ini terdapat kekurangan dalam menajalani gaya kehidupan ini, dan hal ini bukanlah sesuatu yang dapat dihilangkan begitu saja,  karena adanya tuntutan secara tidak langsung dari orang –orang sekitar dan berberapa factor lainnya karena adanya modernism di zaman sekarang.

Dunia modern menuntut banyak orang yang ada di dalamnya untuk mengikuti perkembangan zaman. Teknologi merupakan salah satu factor pendukung kemajuan di zaman sekarang dan kemajuannya membawa dampak yang baik dan juga berberapa yang buruk. Kepadatan orang di dunia juga mendorong orang – orang untuk berlomba – lomba membentuk suatu citra yang diinginkan. Hal – hal ini dapat berdampak buruk pada orang – orang seperti kita karena cara – cara yang kita lakukan terkadang dapat bergeser dari norma – norma yang ada dan dapat merugikan diri kita sendiri. Kenyataan di dunia sekarang ini, tidak sedikit orang yang terlalu memaksakan diri untuk membangun citra yang mereka harapkan dengan mengeluarkan segala yang mereka miliki demi membangun sebuah citra yang mereka dapat peroleh tetapi sulit untuk dipertahankan karena sifatnya yang cenderung memaksa. Hal  ini jika diketahui oleh orang lain, bisa menjadi suatu “hoax” bagi sang pemiliki citra karena kesulitannya untuk mempertahankan citra yang dibuatnya. Lingkungan orang – orang disekitar kita dapat menetapkan suatu standar tertentu untuk dijalani tetapi jika standar tersebut nyatanya adalah sesuatu yang sulit bahkan hampir mustahil untuk dilakukan, tidak ada salahnya untuk mundur sejenak. Citra yang baik kita bisa bangun lewat hal – hal yang kita bisa usahakan dan pertahankan sehingga kita bisa menciptakan citra yang menarik dan bagus  untuk orang – orang yang melihatnya.

Sumber penulisan

https://kbbi.web.id/modernisme

Loading

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *