Tuesday, November 30

Dunia Maya Dalam Realita

Ditulis oleh Yohanes Mario Putra Bagus, Siswa SMAK Seminari Garum

Dalam masa pandemi virus Covid-19 ini tentunya banyak aktivitas tidak terlepas dengan dunia maya. Dunia maya berubah menjadi sebuah kebutuhan vital yang melekat dalam kehidupan manusia untuk membantu relasi dan pekerjaan manusia secara daring, dalam jaringan. Masa pandemi virus Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan manusia secara besar, di mana dulunya banyak kegiatan dapat dilakukan secara langsung melalui tatap muka, namun kini hampir seluruhnya beralih ke dunia maya yang menghubungkan satu orang dengan orang lainnya yang berbeda tempat dalam suatu media tertentu untuk melakukan komunikasi secara langsung. Dunia maya sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:347) adalah suatu ruang informasi dan komunikasi yang terhubung dalam internet. Dengan adanya dunia maya manusia dapat memberikan maupun mendapatkan berbagai informasi dan komunikasi di masa pandemi ini secara langsung meskipun terpisah oleh adanya jarak.

Sebelum terjadi masa pandemi virus Covid-19 yang melanda dunia saat ini, dunia maya hanya digunakan sebagai media komunikasi dan informasi yang menghubungkan individu berlainan tempat maupun waktu. Maksudnya dunia maya hanya digunakan untuk komunikasi maupun sarana informasi berita yang menghubungkan antarindividu di dunia. Akan tetapi ketika masa pandemi saat ini, dunia maya tidak sebatas sebagai media komunikasi maupun informasi berita, namun telah menjadi media vital terselenggaranya berbagai aktivitas maupun kegiataan secara daring sebagai dampak adanya kebijakan pembatasan sosial yang tidak memungkinkan terselenggarakan secara langsung melalui tatap muka. Berbagai aktivitas maupun kegiatan yang dulunya mengumpulkan banyak orang dalam suatu tempat, seperti pembelajaran tatap muka, peribadatan, seminar maupun kegiatannya lainnya beralih secara daring sehingga hal ini menghasilkan budaya baru dengan berbagai pertimbangan yang matang dan terencana. Meskipun begitu, solusi ini belum dapat menggantikan hakikat seutuhnya berbagai aktivitas dan kegiatan-kegiatan tersebut, sebagai contoh saat ini banyak Gereja Katolik di dunia yang mengadakan misa secara daring, namun hal itu belum dapat menggantikan hakikat perayaan ekaristi sesungguhnya yang juga terdapat unsur persekutuan umat secara langsung. Akan tetapi mau bagaimana lagi, daripada berbagai aktivitas maupun kegiatan tersebut terhenti total di masa pandemi ini maka banyak orang mencari solusi terbaik dengan pertimbangan yang matang. Di zaman susah yang melanda seluruh dunia saat ini, maka dunia maya memiliki peranan penting dalam mewujudkan kelancaran kelangsungan kehidupan manusia yang berubah menjadi budaya new normal.

Mulai dari anak kecil, remaja, hingga orang dewasa saat ini tentunya setiap hari tidak terlepas dengan dunia maya melalui media seperti gadget, komputer, maupun laptop yang mereka miliki, entah digunakan untuk bekerja, edukasi, maupun hanya sebatas hiburan belaka seperti bermain game online. Dalam laman Kompas.com (Galuh Putri Riyanto.2021. https://tekno.kompas.com/read/2021/02/23/16100057/jumlah-pengguna-internet-indonesia- 2021-tembus-202-juta.Diunduh tanggal 23 Maret 2021) pada tahun 2021 penggunaan internet di Internet sudah menembus angka 202,6 juta jiwa atau sebesar 74 % dari jumlah penduduk Indonesia saat ini. Menurut laman itu pula dapat diprediksi bahwa pengguna internet aktif sebesar 170 juta jiwa dengan waktu minimal penggunaan internet sebesar 3 jam 14 menit dengan penggunaan terbanyak ialah sosial media. Melalui media sosial, dunia maya sudah menyingkirkan tembok pembatas ruang dan waktu yang menghubungkan antarindividu di seluruh dunia untuk saling berinteraksi mencapai tujuan tertentu. Banyak aplikasi sosial media yang pada saat ini banyak digunakan seperti instagram, facebook, whatsapp, youtube, bahkan aplikasi Tik Tok pun yang awalnya hanya dibuat untuk hiburan kini menjadi sosial media yang cukup ramai digunakan masyarakat. Keberadaan sosial media tersebut tentunya digunakan sebagai terobosan baru menggantikan berbagai kegiataan yang tidak dapat dilakukan lagi karena dampak dari pandemi virus Covid-19, seperti pembelajaran jarak jauh, rapat online, seminar virtual, peribadatan daring, dan masih banyak lagi. Dengan ditambah aplikasi pembantu layanan video call maupun layanan tertentu, berbagai kegiatan dapat berjalan semestinya meskipun terhambat dengan adanya pembatasan di masa pandemi. Selain itu, perlu diingat juga bahwa sejatinya dunia maya bagaikan pedang bermata dua, di mana di satu sisi dapat membawa keuntungan akan tetapi di sisi lain juga dapat membawa kerugian. Namun semua itu sebenarnya dikembalikan kembali kepada tujuan dan niat setiap orang dalam menggunakan dunia maya, apakah ia menggunakannya dengan bijaksana atau disalahgunakan untuk kejahatan.

Banyak orang di masa pandemi mengalami banyak kerugian karena terjadi kelumpuhan berbagai aspek kehidupaan, salah satunya dunia perekonomian. Mungkin banyak orang telah mengetahui bahwa perusahaan makananan cepat saji yang terkenal yaitu KFC pun mengalami kerugiaan yang cukup besar. Dilansir dari laman Kompas (Fadhrotul, Vina Mukaromah.2020.htts://www.kompas.com/trend/read/2020/05/08/15230065/airy-tutupdaftar-6-perusahaan-yang-phk-karyawan-karena-corona?page=all.Diunduh pada tanggal 29 Maret 2021.) menurut Direktur Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono mengatakan KFC telah memberhentikan sebanyak 450 pekerjanya dan terdapat 100 gerai tidak beroperasi lagi di Indonesia akibat dampak dari adanya pandemi. Tidak hanya penguasaha Perusahaan KFC saja yang yang terkena imbas pandemi virus Covid-19, tentunya para pekerja juga mengalami kerugian berupa kehilangan mata pencahariannya dan berpengaruh buruk pula pada proses pemenuhan kebutuhan hidup keluarga mereka. Kasus kerugian tersebut masih hanya satu di antara banyaknya pihak yang juga mengalami kerugian besar karena pandemi. Dari permasalahan tersebut, tentunya banyak orang harus mencari solusi tepat dan kreatif untuk meminimalisir kerugian dengan mencari pilihan kerja alternatif di masa pandemi ini. Dalam hal ini dunia maya banyak dipilih untuk mencari dan mengembangkan berbagai ideide kreatif sebagai alternatif kerja yang sempat terhenti karena dunia maya dapat memberikan berbagai fasilitas yang memudahkan pekerjaan manusia di tengah masa pandemi. Melalui dunia maya banyak orang dapat bekerja kembali secara virtual untuk memenuhi kebutuhan mereka masing-masing, misalnya saja banyak bermunculan toko-toko online di dunia maya yang memberikan pelayanan jual beli secara online dengan metode pengiriman barang.

Selain membawa dampak positif bagi kehidupan manusia di masa pandemi ini, media sosial juga dapat membawa pengaruh buruk apabila penggunanya tidak menggunakannya secara bijaksana. Dunia maya yang seharusnya menyatukan banyak orang, bahkan orang yang jauh sekalipun dapat terhubung untuk berkomunikasui, justru kebanyakan saat ini ekspetasi tersebut melenceng dengan realita yang ada. Orang yang jauh semakin mendekat sementara orang dekat semakin jauh menjauh merupakan ungkapan yang dapat menggambarkan keadaan yang dialami banyak orang saat ini. Memiliki banyak waktu di rumah seharusnya dapat digunakan sebagai kesempatan untuk lebih mendekatkan diri dengan keluarga, akan tetapi kenyataannya banyak orang yang masih terpaku dengan gadget maupun laptop dengan alasan banyak pekerjaan dan tidak memiliki waktu. Sesuatu yang mengganjal dari hal ini ialah apakah seluruh hari kita hanya diisi dengan pekerjaan maupun belajar melalui dunia maya saja? Tentunya tidak. Dampak negatif lain dari penggunaan dunia maya ialah kekerasan secara virtual. Berita hoaks dan cyberbullying merupaka kekerasan dalam dunia maya yang saat ini banyak dijumpai. Tak sedikit orang menjadi korban dari kejahatan ini dengan menyerang psikis korban sehingga menyebabkan korban dapat mengalami stres, trauma yang berat dan berkepanjangan, social anxiety, depresi, bahkan dapat mendorong dirinya untuk melakukan bunuh diri. Hampir setiap hari selalu terdapat berbagai berita hoaks dan cyberbullying selalu bermunculan di dunia maya yang menyerang kalangan anak kecil dan remaja.

Dunia maya sejatinya bersifat netral, yang dapat menjadi baik apabila digunakan secara dengan bijaksana akan tetapi juga dapat menjadi buruk apabila penggunanya digunakan untuk hal yang salah. Keberadaan dunia maya tidak dapat dihindarkan dalam realita kehidupan manusia karena hal ini sudah menjadi sebagai kebutuhan hidup manusia saat ini, apalagi di masa pandemi ini yang hampir seluruh kegiatannya dilakukan secara virtual melalui dunia maya. Dalam menggunakan dunia maya tentunya harus diseimbangkan dengan kehidupan dunia nyata, jangan sampai dunia maya lebih mendominasi dalam kehidupan dari pada dunia nyata dengan alasan bahwa setiap kegiatan di masa pandemi berlangsung secara daring. Sejatinya dunia maya merupakan bagian dari sebuah realita yang harus berjalan bersama-sama dalam menunjang berbagai aktivitas dalam masa pandemi Covid-19.

Bagikan :

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *