Tuesday, November 30

Narasi

Budaya, Kontemporer, Narasi, Politik Sosial

LIPUTAN KEGIATAN EXTENSION COURSE PERTEMUAN KE-2 “Kunci Hidup Bersama di Tengah Pandemi adalah Keterlibatan”

Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya telah mengadakan kegiatan diskusi bersama dalam forum Extension Course dengan judul “Eksis bersama ‘Yang Lain’ di Masa Pandemi dalam Pandangan Karol Wojtyla” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 23 November 2021, pukul 18.30-20.30 WIB, melalui Zoom Meeting. Pembicara pada diskusi ini adalah Aloysius Widyawan, Dosen Fakultas Filsafat UKWMS yang sedang menjalani studi doktoral di Pamplona, Spanyol. Moderator pada diskusi ini adalah Kristoforus Sri Ratulayn Kino Nara, M. Phil, Dosen Fakultas Filsafat UKWMS. Dalam diskusi yang berlangsung selama sekitar dua jam itu, Romo Wid (nama panggilan Aloysius Widyawan) menyampaikan bahwa kehidupan manusia selalu berhubungan dengan yang lainnya, karena pada dasarnya manusia adalah...
Pengaruh Virtualitas Terhadap Relasi: Menilik Klan-Klan Game Online
Budaya, Kritik, Narasi

Pengaruh Virtualitas Terhadap Relasi: Menilik Klan-Klan Game Online

Akankah Relasi Virtual menjadi Relasi Normal yang Baru? Salah satu fenomena yang terjadi sebagai akibat dari munculnya game online adalah munculnya pula berbagai clan, guild, atau team. Clan, guild, atau team (selanjutnya disebut klan, demi praktikalitas) adalah sekumpulan orang yang begabung dalam satu wadah virtual di dalam game untuk mencapai tujuan tertentu, dengan saling membantu antar anggota dalam tugas-tugas tertentu yang disediakan game yang bersangkutan.   Klanini telah sangat umum dan dapat ditemukan di mayoritas game online dengan persebaran keanggotaan yang sangat bervariasi, mulai dari lokal (yang bergabung di klantertentu, misalnya, adalah orang-orang yang bermain game di warung internet yang sama) sampai internasional. Hal yang sama terjadi pula pada tingkat pro...
Suara Mahasiswa
Budaya, Kritik, Pengetahuan, Politik Sosial, Puisi

Suara Mahasiswa

Saat ramai tentang Papua, aku berkata:Papua Saudara kitaRasisme tidak bisa diterima Lalu, kau bilang: kata-katamu sungguh berbahaya Saat ramai demo mahasiswa, aku berkata:Kita adalah mahasiswa, penjaga demokrasi negaraKita harus ingatkan wakil kitaAgar buat RUU tanpa mengada-ada Lalu, kau bilang: turun ke jalan bukan tugas mahasiswaDemo itu tiada guna Saat pandemi kena kita semua, Ku-upload video sambil berkata: Solidaritas harus berkobar di antara kitaTak boleh ada yang lalai bekerjaTermasuk kita, mahasiswa, masa depan bangsadan lembaga di sekitarnya Lalu kau bilang: kita ini keluargaKalian boleh kritik apa saja, tapi jangan bilang siapa-siapa.Batinku: MAUMU APA? Oleh: Tim FDF Agora UKWM Surabaya