Monday, June 24

Pengetahuan

Translingualism for Knowledge Transfer: A Way Out of Linguistic Racism in the Midst of Language Diversity
Budaya, Kontemporer, Pengetahuan, Tulis

Translingualism for Knowledge Transfer: A Way Out of Linguistic Racism in the Midst of Language Diversity

Human civilization hasgolf d miroir terzo játék hajszárító árukeresö yeezy sneakers táskafül bőr köröm díszítő szalagok brandon aiyuk youth jersey miroir terzo jayden daniels lsu jersey nike technical cross body bag años 20 hombre disfraz suport tableta bord adidas yeezy 700 v3 meia com pompom táskafül bőr acknowledged language diversity for a long time; there are approximately 7000 languages worldwide (Gray et al., 2011). As the only species that acquire linguistic capability, language has a broad impact on human life. Language is not just a tool to communicate but also a form of one's cultural identity. Language recognizes the phonemic system, how the language "sounds" and the grammatical system, also how the lexicon is combined to form a synchronous phrase (Wareing, 2005: 5). As a refl...
Multikulturalisme sebagai Prasyarat Untuk Mengoreksi Ketidakadilan Epistemik
Budaya, Kontemporer, Kritik, Pengetahuan

Multikulturalisme sebagai Prasyarat Untuk Mengoreksi Ketidakadilan Epistemik

Image by Freepik Oleh: Anastasia Jessica Politik yang manusiawi ialah politik yang terbuka pada keragaman identitas. Multikulturalisme merupakan salah satu kunci penting bagi terbentuknya Politik yang manusiawi. Multikulturalisme dapat menjadi senjata ampuh untuk meningkatkan kohesi sosial dan sekaligus mencapai yang disebut sebagai keadilan epistemik. Keadilan epistemik merupakan pengakuan keadilan dan kesetaraan berbagai sistem pengetahuan.Varian Multikulturalisme membentang mulai dari agenda sosial-politik penerimaan beragam budaya dalam suatu komunitas masyarakat hingga ke agenda ekonomi perluasan kapital ekonomi secara global.Pada tulisan ini, pengertian Multikulturalisme mengacu pada paham yang mengakomodasi beragam kelompok etnik sehingga bisa hidup bersama di suatu negara at...
Suara Mahasiswa
Budaya, Kritik, Pengetahuan, Politik Sosial, Puisi

Suara Mahasiswa

Saat ramai tentang Papua, aku berkata:Papua Saudara kitaRasisme tidak bisa diterima Lalu, kau bilang: kata-katamu sungguh berbahaya Saat ramai demo mahasiswa, aku berkata:Kita adalah mahasiswa, penjaga demokrasi negaraKita harus ingatkan wakil kitaAgar buat RUU tanpa mengada-ada Lalu, kau bilang: turun ke jalan bukan tugas mahasiswaDemo itu tiada guna Saat pandemi kena kita semua, Ku-upload video sambil berkata: Solidaritas harus berkobar di antara kitaTak boleh ada yang lalai bekerjaTermasuk kita, mahasiswa, masa depan bangsadan lembaga di sekitarnya Lalu kau bilang: kita ini keluargaKalian boleh kritik apa saja, tapi jangan bilang siapa-siapa.Batinku: MAUMU APA? Oleh: Tim FDF Agora UKWM Surabaya