Saturday, July 13

Eksistensialisme

Penghayatan dan Konsep KetuhananMenurut Ajaran Sapta Darma: Sebuah Refleksi Filosofis
Budaya, Eksistensialisme, Kritik, Nusantara, Tulis

Penghayatan dan Konsep KetuhananMenurut Ajaran Sapta Darma: Sebuah Refleksi Filosofis

Sapta Darma merupakan salah satu bentuk kepercayaan dan penghayatan kepada Tuhan yang Maha Esa di Indonesia. Didirikan oleh Hardjosapoera yang kemudian memperoleh gelar Bapa Panuntun Agung Sri Gautama di Pare, Kediri pada tahun 1952, Sapta Darma percaya kepada Allah Hyang yang maha agung, maha langgeng, maha adil dan maha wasesa. Tuhan adalah puncak dari segala eksistensi dan subsistensi. Alam semesta merupakan perwujudan dari Tuhan. Tuhan dianalogikan seperti sinar yang sangat besar dan menerangi segala realitas semesta, sedangkan manusia adalah percikannya. Konsekuensinya, manusia juga mewarisi sifat Tuhan, meskipun dengan pemahaman dan skala yang tidak dapat dibandingkan. Tuhan itu sangat dekat dengan manusia karena percikannya senantiasa memancar dalam seluruh ciptaan. Karena sebagai...
Quora Sebagai Agora Baru dalam Mewadahi Diskusi Filsafat dan Publik di Era Digital
Eksistensialisme, Kontemporer, Yunani Kuno

Quora Sebagai Agora Baru dalam Mewadahi Diskusi Filsafat dan Publik di Era Digital

Sokrates dikenal sebagai filsuf yang menghabiskan hari-harinya di pusat kota dan area komersial untuk berbincang-bincang dengan orang-orang di sana (Gaarder, 2021). Pusat kota dan area komersial ini disebut dalam bahasa Yunani sebagai Agora (Britannica.com, 2023). Ia menggunakan metode berfilsafatnya yang terkenal, seni kebidanan, untuk membantu orang-orang yang diajaknya berbicara memperoleh wawasan dan pengetahuan yang benar dengan mencari dan mendapatkannya sendiri (Tjahjadi, 2004). Diskusi filsafat ini dibutuhkan untuk mengembangkan dan membuka pemikiran-pemikiran baru. Sifat dasar filsafat yang dituliskan oleh Jan Hendrik Rapar dibukunya Pengantar Filsafat adalah berpikir radikal, mencari asas, memburu kebenaran, mencari kejelasan dan berpikir rasional. (Rapar, 1995) Sifat-sifat ini ...
KONSEP MANUSIA UBERMENSCH DALAM MENGHADAPI BUDAYA MASSA
Budaya, Eksistensialisme, Moderen

KONSEP MANUSIA UBERMENSCH DALAM MENGHADAPI BUDAYA MASSA

Oleh: Wiliam Marcellino_Mahasiswa Fakultas Filsafat UKWMS Semester V (image by: kompasiana.com)játék hajszárító árukeresö brandon aiyuk shirt balmain carbone fragrantica plavky chlapec 128nove archivador cajonera carpetas colgantes yeezy sneakers nike calças de treino nike air max ivo black and white jayden daniels jersey balenciaga 2017 shoes jayden daniels lsu jersey kallax korkekiilto hylly blogspot škare za plastične cijevi aiyuk jersey shampoo isdin lambdapil Mexico Latar Belakang Manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan untuk berpikir. Hal ini menjadi keunikan tersendiri bagi manusia sebagai makhluk hidup yang membedakannya dari makhluk hidup lainnya. Manusia memiliki kebebasan dalam menggunakan akal budinya. Ketika akal budi untuk berpikir itu digunakan secara maksimal...
Tinjauan Eksistensialisme: Dinamika Era Disrupsi,  Modernitas dan Hermeneutika Faksitas Heidegger dan Sartre
Budaya, Eksistensialisme, Kontemporer, Kritik, Tokoh

Tinjauan Eksistensialisme: Dinamika Era Disrupsi, Modernitas dan Hermeneutika Faksitas Heidegger dan Sartre

Hegemoni Postmodernisme & Era Disrupsi koaxialní kabel hornbach cheap jerseys brandon aiyuk jersey youth converse lugged beige nike air max 1 ultra moire black white ราคา babyphone mit alexa verbinden adidas yeezy shoes vans chima ferguson pro 2 port royale black forty two skateboard shop plavky chlapec 128nove polaroid κάμερα ciorapi compresivi pana la coapsa veste femme pied de poule marron shampoo isdin lambdapil Mexico nike air max aliexpress köröm díszítő szalagok Peralihan zaman dari era klasik, modern dan hingga era postmodern, membawa manusia pada  dinamika disrupsi zaman seperti kekerasan sistemik yang diuraikan oleh Slavoj Zizek sebagai  kekerasan yang tak tak terlihat dan seolah-olah tak ada yang menjadikan konsumen sebagai korban  dari tindakan kemanusia...