Monday, September 26
Budaya, Politik Sosial

Tsunami Masa

https://unsplash.com/photos/sij6sAnEtYE Tahun 2020, bagi sebagian besar orang merupakan mimpi buruk yang akan menimpa  negeri ini. Banyak stasiun televisi dan berbagai media melontarkan berita-berita yang terkesan  “template” alias membahas satu kasus yang sama yakni, masuknya virus corona di Indonesia.  Setiap hari kasus positif pun bertambah dan semakin banyak nyawa melayang akibat virus yang  merajalela. Mau tidak mau, para raga yang masih bernyawa pun berlomba-lomba untuk  menyelamatkan diri dari serangan virus mematikan ini. Banyak yang harus dikorbankan dalam  melawan pandemi ini, antara lain, membatasi kegiatan yang dilakukan di luar rumah,  sedangkan pada zaman milenial atau disebut pula zaman teknologi 4.0, hampir segala hal  dik...
Budaya, Kritik

Jari Diri Pemuda di Era Society 5.0

https://unsplash.com/photos/g1Kr4Ozfoac Ada tiga hal yang dibutuhkan manusia untuk keselamatannya: tahu apa yang harus ia percaya, tahu apa yang harus ia inginkan, dan tahu apa yang harus ia lakukan. ~Santo Thomas Aquino~ Manusia adalah pemeran utama dari semua dimensi kehidupan. Sikap manusia adalah pondasi dalam membangun dunia. Pengaruh yang diberikan manusia pada segala hal di luar dirinya bergantung pada keunikan dirinya. Semangat dalam proses menuju kepenuhan dirinya diperoleh melalui lingkup kehidupannya. Seorang filsuf Inggris, John Locke mengatakan bahwa manusia pada mulanya adalah kertas yang kosong (tabula rasa) John Locke mendasarkan pernyataannya pada pengalaman (empirisme), dimana akal pada mulanya adalah polos. Akal akan terisi ketika indra manusia menangkap ...
Budaya, Kritik, Narasi

Jembatan Virtual, Jawaban Digitalisasi Komunikasi

https://unsplash.com/photos/CyFBmFEsytU Tentu masih segar di pikiran kita kira-kira hampir 2 tahun lalu pada bulan Maret 2022, mengenai sebuah libur “2 minggu” karena sebuah virus yang namanya masih asing di khalayak. Tak terasa, setelah waktu lama ini telah terjadi banyak sekali perubahan pada cara hidup dan diri kita sendiri. Perubahan selalu terjadi sepanjang sejarah manusia dan merupakan sesuatu yang tidak dapat terhindarkan, sehingga antara kita sebisa mungkin bertahan atau mengikuti perubahan tersebut. Seperti hukum Darwinisme, manusia yang tidak mengikuti akan tertinggal dan menjadi tidak relevan. Sesungguhnya, kita juga pun perlu merefleksikan perubahan yang dibawakan oleh pandemi COVID-19. Era disrupsi yang sedang berjalan dipercepat dengan adanya pandemi ini. Tatanan so...
Budaya, Kritik

Relasi Virtual di Metaverse Berdasarkan Konsep ‘Aku’ dan ‘Liyan’

https://unsplash.com/photos/52oEAP8gcms Pada awal abad ke 21 terjadi perkembangan radikal di berbagai bidang, khususnya teknologi digital (Kasali, 2017). Penerapan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari menuntun manusia pada era disrupsi. Era disrupsi ditandai terjadinya inovasi teknologi digital dan perubahan secara besar-besaran pada berbagai sistem dan tatanan (Amirah, 2021). Salah satu usaha pemerintah Indonesia dalam menanggapi perkembangan dunia adalah menumbuh kembangkan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) melalui program yang diadakan oleh kementrian. Pada sisi yang lain, generasi muda berbisnis membangun start up. Start up adalah suatu usaha yang mengandalkan teknologi digital. Para pelaku start up mempunyai ambisi untuk menjadi besar, sebesar samudera; menj...
Kritik, Narasi

Era Disrupsi : Anak Muda Semakin Eksis?

https://unsplash.com/photos/2toj_4L8M2M Abad ke-21 merupakan abad dengan berbagai disrupsi. Berbagai peristiwa dan perkembangan teknologi terjadi, mengakibatkan perubahan gaya hidup dan kebudayaan masyarakat. Walaupun sebagian masyarakat setuju atas terjadinya perubahan, sebagian lainnya menentangnya. Mereka lebih nyaman dengan keadaan sebelumnya, sebelum terjadinya perubahan apapun. Akan tetapi, sebenarnya apakah itu era disrupsi? Bagaimanakah pengaruh perubahan terhadap anak jaman sekarang dan bagaimana upaya mereka untuk tetap eksis? Menurut KBBI, disrupsi merupakan interupsi pada proses atau kegiatan yang telah berlangsung secara berkesinambungan. Belakangan ini, yang paling mencolok merupakan keberadaannya rangkaian teknologi baru, seperti metaverse, NFT dan cryptocurrency....
Budaya, eksistensialisme, Kontemporer, Kritik, Tokoh

Tinjauan Eksistensialisme: Dinamika Era Disrupsi (Quarter Life Crisis),  Modernitas dan Hermeneutika Faksitas Heidegger dan Sartre

https://unsplash.com/photos/MbPDSi0ILMo Hegemoni Postmodernisme & Era Disrupsi Peralihan zaman dari era klasik, modern dan hingga era postmodern, membawa manusia pada  dinamika disrupsi zaman seperti kekerasan sistemik yang diuraikan oleh Slavoj Zizek sebagai  kekerasan yang tak tak terlihat dan seolah-olah tak ada yang menjadikan konsumen sebagai korban  dari tindakan kemanusian. Kekerasan sistemik adalah sisi tersembunyi atas realitas masyarakat yang mutlak,  sebagaimana anda melihat plang donasi di jalan, namun saat ingin berdonasi anda dihadapkan oleh  biaya anggaran sebagaimana yang di jawab oleh Lacan sebagai objet petit a. Bagi Baudrillard,  transformasi budaya ini menunjukan masyarakat digiring menuju kecenderungan  simbolik (sym...
Budaya, Ekonomi, Kontemporer, Kritik, Narasi

Menilik Hustle Culture Lebih Dalam: Neoliberalisme Pendidikan dalam Era Disrupsi

https://unsplash.com/photos/6MePtA9EVDA Fenomena “hustle culture” yang pertama kali disinggung oleh Oats (1971) didefinisikan sebagai gaya hidup anak muda yang bekerja berlebihan karena dianggap akan lebih mudah untuk menggapai kesuksesan.1 Hal demikian semakin merebak di tengah pandemi dan disrupsi dalam masyarakat seiring dengan globalisasi. Generasi muda, tidak terkecuali para pelajar, semakin rela untuk mengorbankan istirahatnya. Han (2015) dalam Maqin (2021) menyatakan bahwa masyarakat masa kini cenderung menekankan pada kesuksesan atau pencapaian (achievement society) sehingga mengarah pada keadaan kelelahan umum atau masyarakat kelelahan (society of tiredness).2 Schaufeli dan Buunk (2003) dalam Sari (2015) menyimpulkan bawah hustle culture dapat berakibat pada lelah ...
Twibbon, Paid Promote, dan Hilangnya Persona
Budaya, Kritik, Seni

Twibbon, Paid Promote, dan Hilangnya Persona

Wahai para pengguna Instagram, tidakkah kita melihat ada yang berubah dari feed IG kita? Yap! Selain foto-foto estetik dan quote “bijak” kita juga akan melihat banyak sekali postingan twibbon dan paid promote. Mulai dari “Saya siap menjadi mahasiswa Universitas Wakanda“ hingga twibbon gabung organisasi, webinar, upacara hari kemerdekaan, dan jutaan twibbon lain untuk memperingati berbagai kegiatan dan menyatakan bahwa kita terlibat di sana. Fenomena lainnya adalah paid promote atau promosi berbayar. Beberapa akun, bahkan mungkin akun kalian mulai diisi ratusan  iklan dari makanan, jual followers, hingga foto koplak untuk merayakan ulang tahun seseorang. Semua dilakukan demi menggait dana untuk kegiatan kampus.  Tidakkah kedua fenomena ini menggelitik kesadaran kita? T...
Ekonomi, Kontemporer, Kritik, Politik Sosial

Manusia Silver dan Barbarisme Kapitalis

https://unsplash.com/photos/rrq7MuCoeX4 Manusia silver menjadi fenomena yang sering kita jumpai hari-hari ini. Biasanya mereka bisadengan mudah ditemukan di jalanan atau pusat-pusat keramaian yang lain. Kehadiran merekabagi beberapa orang, menjadi hiburan sekaligus mengundang belas kasihan di tengah penatjalanan kota yang macet. Sayangnya cerita tentang manusia silver yang nampak unik, terkadang tidak secerah catwarna kulitnya. Banyak di antara mereka yang terpaksa menjadi manusia silver untukmenyambung hidup di masa pandemi Covid-19. Beberapa mungkin memiliki kisah yangkelam dan tak terungkap di media. “Gak ada yang mau beli dagangan saya, saya butuh makan. Ya, mau gimana lagi? Sayanyoba peruntungan jadi manusia silver. Orang tahunya saya males kerja, masih muda tapiminta-minta....
Budaya, Kontemporer, Narasi, Politik Sosial

LIPUTAN KEGIATAN EXTENSION COURSE PERTEMUAN KE-2 “Kunci Hidup Bersama di Tengah Pandemi adalah Keterlibatan”

Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya telah mengadakan kegiatan diskusi bersama dalam forum Extension Course dengan judul “Eksis bersama ‘Yang Lain’ di Masa Pandemi dalam Pandangan Karol Wojtyla” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 23 November 2021, pukul 18.30-20.30 WIB, melalui Zoom Meeting. Pembicara pada diskusi ini adalah Aloysius Widyawan, Dosen Fakultas Filsafat UKWMS yang sedang menjalani studi doktoral di Pamplona, Spanyol. Moderator pada diskusi ini adalah Kristoforus Sri Ratulayn Kino Nara, M. Phil, Dosen Fakultas Filsafat UKWMS. Dalam diskusi yang berlangsung selama sekitar dua jam itu, Romo Wid (nama panggilan Aloysius Widyawan) menyampaikan bahwa kehidupan manusia selalu berhubungan dengan yang lainnya, karena pada dasarnya manusia adalah...