Monday, November 29
Budaya, Kontemporer, Narasi, Politik Sosial

LIPUTAN KEGIATAN EXTENSION COURSE PERTEMUAN KE-2 “Kunci Hidup Bersama di Tengah Pandemi adalah Keterlibatan”

Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya telah mengadakan kegiatan diskusi bersama dalam forum Extension Course dengan judul “Eksis bersama ‘Yang Lain’ di Masa Pandemi dalam Pandangan Karol Wojtyla” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 23 November 2021, pukul 18.30-20.30 WIB, melalui Zoom Meeting. Pembicara pada diskusi ini adalah Aloysius Widyawan, Dosen Fakultas Filsafat UKWMS yang sedang menjalani studi doktoral di Pamplona, Spanyol. Moderator pada diskusi ini adalah Kristoforus Sri Ratulayn Kino Nara, M. Phil, Dosen Fakultas Filsafat UKWMS. Dalam diskusi yang berlangsung selama sekitar dua jam itu, Romo Wid (nama panggilan Aloysius Widyawan) menyampaikan bahwa kehidupan manusia selalu berhubungan dengan yang lainnya, karena pada dasarnya manusia adalah...
Kontemporer, Kritik

CAFÉ ESTETIK: KRITIS ATAU KREATIF?

Gambar Ilustrasi Cafe, foto dari https://unsplash.com/ Remaja di zaman sekarang memiliki kebiasaan yang unik dan baru untuk mengeksplorasi hal-hal yang ada di sekitarnya atau sekedar menghabiskan waktu yang mereka miliki. Kebiasaan tersebut adalah berburu café estetik. Itu benar! Di zaman yang serba maju serta kebiasaan digital yang sangat familiar dengan kehidupan di masa sekarang, banyak anak muda yang gemar untuk berburu café estetik, atau tempat-tempat yang sekiranya sangat Instagramable. Jika tempat yang mereka kunjungi itu punya spot bagus untuk berfoto, percaya deh, pasti tempat itu akan ramai dan “jarang” sepi pengunjung. Tidak hanya café yang bagus untuk dijadikan tempat berfoto, namun anak muda di masa sekarang juga sangat gemar untuk pergi ke café, dikarenakan tempatnya y...
Uncategorized

Menjalin Hubungan Asmara dengan Seorang Teroris

“Tidak pernah terpikirkan olehku bahwa kamu yang mengubah hidupku. Duniaku, belahan jiwaku, pujaan hatiku. Aku mencintaimu.” Siapa yang pernah mendapatkan pernyataan cinta seperti ini? Ya, itu saya. Secarik kertas putih dengan berbagai hiasan estetis, berisikan beberapa baris kalimat indah, dan tanpa nama. Kertas itu terselip di antara tumpukan tugas Fisika di mejaku. Siapa sih yang tidak kebaperan? Menerima pernyataan cinta anonim saja sudah se-histeris itu. Kalau pengirimnya seorang radikal, bagaimana? Menjalin Hubungan karena Aliran Sesat Seperti yang kita ketahui, pada hari Minggu, 28 Maret 2021, Indonesia digemparkan dengan kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Pelakunya adalah pasangan suami istri, L dan YSF, yang baru memulai kehidupan rumah ...
Uncategorized

Musuh dalam Selimut

Masa muda, merupakan masa yang ekstrim, dimana pada masa ini, tak jarang orang muda sering terlibat dilema, tak melulu soal percintaan, bahkan dalam lingkup pertemanan, atau kerap kali disebut sebagai “pergumulan”, sering terdapat konflik dilema yang bahkan dapat memutar otak polos kaum muda dan akhirnya tercuci oleh paham yang mereka terima dari “pergumulan” mereka sendiri. Dimana seringkali kaum muda terjun dalam pergumulan tersebut dengan tujuan bersenang-senang, melepas penat ataupun menyegarkan pikiran dari rumitnya kehidupan. Namun tanpa sadar justru pergumulan inilah yang menghantar mereka pada jalan yang sebenarnya bukan tujuan awal mereka. Dapat pula dikatakan, bahwa suatu pergumulan dapat “menyetir” atau mengendalikan arah hidup kaum muda. Seringkali beberapa paham terseb...
Uncategorized

Akal Sehat di atas Iman

Suatu kali saya mengetikkan frasa “ektremisme di Indonesia” di keywords Google Chrome. Semua hasil yang muncul selalu berkaitan dengan radikalisme dan terorisme. Sejak Noordin M. Top hingga bom yang akhir-akhir ini meledak di Gereja Katedral Makassar, semua terekam di sana. matapolitik.com, liputan6.com, tirto.id, kompasiana.com, dan masih banyak akun berita lain yang masing-masing menyuguhkan bermacam-macam artikel tentang radikalisme dan terorisme. Ada yang menganalisis radikalisme, melaporkan serangan teror, melaporkan rincian Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Kekerasan (PANRE), menelusuri sejarah radikalisme dan terorisme, menganalisis bagaimana ideologi radikal disebarkan, serta memberitakan penangkapan pelaku terror. Dari ribuan berita yang ada, satu kesamaan besa...
Uncategorized

Generasi Milenial Mengambil Sikap Melebur Tapi Tak Hancur dalam Menyikapi Ekstremisme

Menyikapi aksi teorisisme di Indonesia yang baru - baru ini terjadi di tahun 2021 ternyata dilakukan oleh generasi milenial kelahiran tahun 1995. Terduga teroris pascakasi terjadi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri. Dua kejadian aksi terorisme itu menunjukan bahwa kaum milenial rentan terpengaruh dan melakukan aksi terorisme.  Secara demografis, ternyata mereka dikatagorikan sebagai generasi milenial. menurut teori generasi Strauss-Howe, generasi milenial merupakan mereka yang masuk angkatan kelahiran mulai tahun 1982 hingga tahun 2002. Di tahun 2021 ini, mereka berada di fase ke emasan dalam memaksimalkan aktivitas yang produktif. Aktivitas sehari - hari kaum milineal tentu tidak lepas dari smartphone untuk mengak...
Uncategorized

Kaum Muda di antara Ekstrimisme dan Kebhinekaan

“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata Sang Proklamator, Ir. Soekarno. Pernyataan ini menunjukkan bahwa presiden pertama kita melihat potensi dalam diri kaum muda sejak jauh hari.  Dengan kelincahan serta gerak energiknya, kaum muda kerapkali membawa angin segar bagi perubahan. Secara khusus, kita pun melihat bahwa tanpa perjuangan kaum muda, barangkali negara kita masih diliputi kediktatoran yang membelenggu. Tapi, itu tempo dulu. Lain masa, lain juga masalah yang dihadapi. Bahkan, semakin berkembang suatu zaman, makin complicated pulalalah tantangan yang merintangi. Lantas, masalah apa saja yang kiranya menjadi urgen bagi kaum muda “zaman now”? Dari beberapa permasalahan yang ada, saya mengetengahkan ekstrimisme sebagai persoalan...
Uncategorized

Memintasi Ekstremisme dengan Elaborasi Kaum Muda Secara Mikro dan Makro

Ekstremisme selalu menjadi topik perbincangan hangat dan bisa saja berubah menjadi bara panas tatkala ekstremisme tersebut terwujud dalam laku kehidupan sosial masyarakat. Hal ini tercermin dalam peristiwa bom bunuh diri yang terjadi beberapa waktu lalu di kota Makassar. Tahun 2021 yang sejatinya merupakan tahun pengharapan bagi banyak orang agar lebih baik lagi ketimbang tahun sebelumnya akibat virus corona, malah dinodai oleh aksi keji tersebut. Tepatnya, pada tanggal 28 Maret, pasangan suami-istri “milenial" melakukan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral. Peristiwa yang terjadi kurang lebih 14 kilometer dari rumah saya itu adalah contoh nyata bagaimana esktremisme tidak hanya bekerja dalam tataran ideologis semata, melainkan pula rentetan aksi nyata di lapangan. Pelak...
Uncategorized

Dunia Maya Dalam Realita

Ditulis oleh Yohanes Mario Putra Bagus, Siswa SMAK Seminari Garum Dalam masa pandemi virus Covid-19 ini tentunya banyak aktivitas tidak terlepas dengan dunia maya. Dunia maya berubah menjadi sebuah kebutuhan vital yang melekat dalam kehidupan manusia untuk membantu relasi dan pekerjaan manusia secara daring, dalam jaringan. Masa pandemi virus Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan manusia secara besar, di mana dulunya banyak kegiatan dapat dilakukan secara langsung melalui tatap muka, namun kini hampir seluruhnya beralih ke dunia maya yang menghubungkan satu orang dengan orang lainnya yang berbeda tempat dalam suatu media tertentu untuk melakukan komunikasi secara langsung. Dunia maya sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:347) adalah suatu ruang informasi dan komunikasi...
Uncategorized

Sebenarnya Kita Berjuang Melawan COVID-19 atau HOAX-19?

Ditulis oleh Tricia Ayumi Chandra, Siswi SMAK St. Carolus Surabaya “Iki temenan le. Aku dapet dari grup whatsapp ibu-ibu RT. Vaksin COVID-19 iku ana chip e ing jerone. Chip e iku bisa ngedeteksi posisi sama gerak-gerik kita. Iki teori konspirasi mata-mata Amerika memantau Indonesia.” Kurang lebih seperti itulah yang dikatakan oleh nenek ketika sedang berbincang dengan Papa lewat telepon. Kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, Ia berkata bahwa Ia mendapatkan informasi mengenai vaksin COVID-19 dari grup whatsapp ibu-ibu RT lingkungannya. Vaksin COVID-19 memiliki chip pendeteksi yang bisa memantau setiap pergerakan penerimanya, yang merupakan bentuk pemantauan mata-mata Amerika Serikat. Saya yang mendengar hal tersebut hanya tertawa ngakak. Nampak jelas itu hanya cerita rekaya...